HARI YANG MELELAHKAN

        Jam menunjukkan di angka 08.30, setelah aku bangun dari tidurku dan menjalankan serangkaian aktifitas yaitu sholat subuh, dilanjut buat bloger sampai memandikan si berkahku (mobil kesayangan), tepat pukul setangah sembilan aku, ayah, ibu, dan mbk Ismi berangkat keluar dengan menggunakan siberkah. tujuanku pertama kali tak lain tak bukan yaitu mengisi bensin siberkah dulu. kasian dia udah kehausan banget tuh hehe. dilanjutkan dengan mengantar mbk Ismi kerja, ya itulah aktifitas mbk Ismi, ia semangat dalam mencari uang hehe.... biasalah generasi sandwich, namun harus tetap semangat untuk membahagiakan ortu.

        setelah kami mengantar mbk Ismi kami melanjutkan perjalanan ke samsat di depan grandcity tepatnya dijalan alang-alang lebar. banyak sekali pajak yang harus dibayar, antara lain pajak mobil sebesar 2 juta lalu kami juga membayar pajak motor, namun pajak motor ini tidak terlalu mahal yahh masih terhitung terjangkau untuk kaum menengah. itupun masih was-was yaa karena uang yang dibawa pas-pasan hehe. di Samsat sempat ada kendala yaitu mati lampu, kami sempat ragu dan cemas karena takut tak bisa membayar pajak karena komputer disana harus butuh listrik. tetapi untungnya pihak dari samsat menggunakan genset untuk menghidupakn listriknya, syukurlah kami tak ada kendala dalam membayar pajak. kami sangat bersyukur sekali selalu diberikan kecukupan oleh Allah SWT. Alhamdulillah....

        lanjut setelah membayar pajak, kami lanjutkan lagi untuk menuju tempat selanjutnya yaitu pasar 16 guna menjualkan sedikit emas untuk beberapa kebutuhan ekonomi keluarga dan dilanjutkan mengunjungi adik bungsuku yang ada dimahad UIN Raden Fatah. kami membeli nasi Padang yang ada di Rawajaya tepatnya dibelakang kampus, dan ternyata nasi Padang yang kami beli rasanya sangat enak dan recomendid untuk dibeli lagi saat kami berkunjung kesana. kami melanjutkan ke rute selanjutnya yaitu  ke budiwijaya untuk mengantar mbk Ismi kembali menuju tempat ngajar selanjutnya, namun sebelum ia mengajar kembali, ia setiap bulan selalu mengikuti rutin tes. yaa itu peraturan dari instansinya sih... gapapalah ya ikutin saja hehe. kami pun sampailah di Parameswara tempat ia melakukan rutin tes. kami menunggunya kurang lebih satu jam lebih dengan merasakan panas yang sangat terik sekali karena cuaca el nino yang terjadi di tahun 2026 ini.

    setelah selesai di Parameswara kami melanjutkan rute selanjutnya yaitu mengantar mbk Ismi menuju kenten untuk mengajar sesi selanjutnya. setelah selesai melalui beberapa rute tadi, sampailah rute akhir yaitu menjual emas dipasar Perumnas. ya lagi-lagi untuk kebutuhan ekonomi tapi tidak apa-apa nanti suatu saat saya akan menjadi sukses Aamiiin. saya merasakan pegal, gatal, dan sakit dibagian kaki, tak kuat lagi untuk melanjuti rute selanjutnya. dan akhirnya kami pulang menuju kerumah dengan membawa rasa lelah yang sangat berat dengan melewati beberapa rute  dan perjalanan yang cukup seru dan melelahkan. 

    tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul17:00. aku terbangun dari tidurku dan dan langsung melaksanakan sholat ashar, kemudian malamnya entah kenapa aku kersukan apa bisa mau untuk belajar tes cpns hehe ya walaupun hanya mengerjakan 10 soal, kalau kata orang Palembang "ya beguyur bae lah". dan terakhir dijam 10 malam aku siap-siap untuk tidur karena memang itu waktu tidur yang baik dengan porsi 7 sampai 8 jam untuk istirahat. namun aku selalu tidur dijam 12 hahaha... melanggar banget hehe...




terkahir dariku walaupun melelahkan tapi dihatiku ada rasa senang karena memang besar juga rasanya jasaku mengantar dan menjemput mbak mbakku ataupun ortuku.


#tetapsemangat
#anakke3
#penggantibapak
#ujungtombakkeluarga
#diaryJawawi

salam hormat Jawawi


Subuh Cerah

        Pagi ini aku terbangun dalam keadaan berdosa, masih dengan perilaku yang sama hanya bisa termenung melihat atap rumah yang menjadi saksi, kipas serta kasur yang menjadi saksi bisu dari apa yang aku kerjakan. sebenarnya aku sudah selalu berpikir ribuan bahkan miliaran kali untuk meninggalkan hal tersebut, namun ada dibalik benakku yang paling dalam atau nafsuku yang sulit sekali untuk ku lawan dia bagaikan setan yang terus mengajak untuk melakukan hal itu. aku bingung apa yang mestinya harus aku lakukan. aku sudah berusaha untuk meninggalkan hal tersebut namun selalu gagal. 

         berbagai cara sudah aku lakukan untuk meninggalkannya mulai dari melakukan ibadah dengan rutin, olahraga, bahkan sempat menjauhkan dari handphone selama beberapa jam namun hasilnya tetap nihil. dia selalu mengajakku untuk melakukan hal yang sama. seperti dia mengendalikan diriku ini, serasa ia yang punya jasadku ini, padahal yang hanya dapat mengendalikan jasad ini ya hanya diriku sendiri, namun seperti susah untuk mengendalikan hawa nafsu ini.  Ya Allah jika memang diriku ini masih belum bisa mengontrol hawa nafsu ini, mohon ya Allah hamba meminta kepadamu untuk senantiasa menjadi pribadi yang bertaqwa yang selalu menjalankan perintahmu dan menjauhi segala laranganmu.

        hamba ingin belajar menjadi pribadi yang baik dan selalu berusaha menjadi versi yang paling terbaik sebagai hambamu ya Allah... hamba tidak ingin kala nanti hamba sudah meninggal dan dialam kubur hamba disiksa olehmu ya Allah, hamba janji akan berusaha semaksimal mungkin untuk berubah menjadi hamba yang baik dan selalu menjalankan syariatmu. Aamiiin.....

        sengaja aku menulis blog ini karena ingin mengutarakan apa yang ada dalam hatiku ini, baik itu penting maupun tidak penting, rasanya dengan menulis blog ini menjadi pengingat bahwa seorang Jawawi harus menjadi versi terbaik dalam hidupnnya. hamba berdoa kepadamu semoga hamba selalu diberikan umur yang panjang dan bermanfaat serta selalu menjadi hambamu yang taat beribadah kepadamu. Aamiin..

        kalimat terakhir yang bisa aku sampaikan yaitu "jika ingin bertaubat jangan menunggu menjadi seorang yang baik dulu, mulailah terlebih dahulu membiasakan walaupun masih melakukan maksiat, karena suatu saat kamu pasti akan merasakan bosan untuk melakukan maksiat itu"


Palembang 2 Mei 2026

sang pendosa yang ingin bertaubat




PENGANGGURAN



 PENGANGGURAN 


Itulah ucapan yang sering keluar dari mulut orang yang tidak merasakan bagaimana menjadi dirimu. Dulu ketika kecil, hidup menjadi anak kecil amatlah bosan dengan kegiatan yang begitu – begitu saja, diawali pagiku dengan bangun sholat subuh ikut dengan ayah, lalu pagi menonton kartun kesukaanku lanjut siang dengan menonton seri petualangan si Bolang lalu kartun si Unyil sampai menjelang sore terusf kutatap layar televisi sampailah di penghujung malam dengan kanal channel yang sama ada satu acara TV yang disukai dan digemari seluruh kalangan baik dari anak – anak sampai dewasa yaitu on the spot.
          
Sekarang umurku sudah memasuki kepala dua. Tepat bulan September tahun 2025 aku dinyatakan lulus dari perguruan tinggi Islam negeri dan aku diwisuda pada hari itu. tawa dan ria serta bahagia bercampur menjadi satu. Orang – orang hadir menemuiku karena mereka aku undang untuk ikut serta hadir di acara wisudaku. Orang tuaku ikut bangga akan pencapaian serta prestasi yang aku raih di universitas. Aku sempat berpikir apakah aku sudah membanggakan orang tuaku dengan menyandang gelar ini???. Dan ternyata bahagia itu hanya sesaat, aku menyandang gelar terbaik fakultas. Terbaik di antara mahasiswa di fakultasku, orang paling berprestasi akademik di fakultas UIN itu. 
    
 Aku sempat merasa jumawa dan angkuh karena mendapatkan gelar itu. ya karena sudah seharusnya dong  mendapatkan gelar yang seharusnya kita dapat, masa kita sudah susah payah selama ini kuliah, tapi gak sombong dan angkuh atas pencapaian yang kuraih. kuliahku standar seperti orang lain dengan masa waktu 4 tahun namun tergolong cukup lama. sudah seharusnya seorang Jawawi untuk terus belajar dan menulis, mulailah langkahmu dari sekarang untuk menulis.

    Tepat hari ini ditanggal 1 Mei 2026, ya aku seperti biasa dengan kegiatan gabutku bermain efootball, hm aku merasa bahwa diriku memanglah kecanduan bermain game tapi itu hanya untuk menghilangkan rasa  bosanku menganggur ini, dan benar menjadi dewasa dan tak punya apa-apa itu amatlah menyakitkan untuk tumbuh dan berkembang itu butuh yang namanya kerja keras dan usaha, hari ini aku merasa tertampar dengan kata-kata ibuku. beliau bilang udah miskin gak mau usaha goblok nian. itulah kata yang dilontarkan. hatiku sakit ketika mendengar itu namun itu realitanya, aku belum menghasilkan apa-apa diusiaku sekarang ini yaitu 22 tahun. aku malu menjadi beban dikeluarga ini, memang sekarang aku belum jadi apa-apa namun suatu saat nanti akan ku buktikan bahwa memang aku bisa untuk menjadi orang yang sukses.


dua kata terkahir yang ingin aku sampaikan untuk diriku pada diary hari ini "PENGANGGURAN HAMA" terdengar kejam namun itulah realitanya.



Palembang, 1 Mei 2026
diary Jawawi

Puisi KH. Zawawi Imron "Cinta"

 kekasihku........

jikalau mendung hitam sudah diatas kepala

jangan larang hujan turun kebumi

jikalau angin bertiup dengan kencangnya

jangan larang daun kering turun berguguran

jikalau senyummu selalu mekar dalam hatiku

jangan larang aku untuk selalu setia dan rindu padamu


puisi karangan : KH Zawawi Imron

Kitab Adhiya'ul Lami'

 

Resensi kitab Adhiyaul Lami’

 



 

Judul buku      : الضياء اللامع بذكر مولد النبي الشافع (Cahaya Yang Terang Benderang Dalam Kelahiran  Pemberi Syafa’at)

Penulis            : Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syeikh Abu Bakar bin Salim

Penerbit           : Percetakan Daarul Musthafa

Terbit              : Muharram / Maret 2001 / 1442 H

Tebal Buku     : 27 halaman 

 

Sinopsis Buku :

Buku ini merupakan karangan Habib Umar bin Hafidz, beliau merupakan Ulama’ besar pada abad ini. Beliau lahir dikota Tarim, Hadromaut, Yaman pada tanggal 27 Mei 1963 atau 4 Muharram 1383 H, beliau juga merupakan Ulama’ karismatik serta keturunan Rasulullah SAW. Nama kepanjangan beliau adalah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syekh Abu Bakar bin Salim. Kitab ini banyak digunakan oleh seluruh umat Islam dibelahan dunia terutama dinegara Indonesia sebagai bacaan-bacaan dzikir atau amalan sehari-hari dan juga digunakan sebagai doa untuk dipanjatkan kepada Allah SWT agar kita mendapatkan syafa’at Rasulullah SAW diakhirat kelak.

Buku ini menceritakan tentang kehidupan Rasullulah SAW dari awal beliau lahir sampai beliau wafat, dalam buku ini banyak cerita-cerita beliau yang sangat luar biasa serta mu’jizat-mu’jizat yang beliau miliki, seperti Ketika Rasulullah berjalan dipadang pasir yang amat tandus dan panas kemudian ada awan yang selalu berada diatas Rasulullah SAW sebagai pelindung atau peneduh dari panas. Didalam buku ini  juga terdapat doa-doa yang sangat dalam maknanya dan bagi siapa yang membacanya insyaAllah diijabah atau dikabulkan oleh Allah SWT.

 

Kelebihan buku           :

Buku ini sangatlah bagus, baik dari segi font ataupun covernya, dan juga terjemahannya sangat mudah dipahami bagi setiap kalangan pembaca. Dengan buku ini para pembaca dapat selalu ingat akan perjuangan Rasulullah SAW dalam berdakwah.

 

Kekurangan buku        :

Buku ini tidak memiliki pedoman bacaan translate Arab sehingga nanti kedepannya para pembaca awam tidak bisa untuk membaca tulisan yang berbahasa Arab.

SELAMAT DATANG DIBLOG KU

 Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh 

perkenalkan nama saya Muhammad Ishaq Aljawawi dari prodi Bahasa dan Sastra Arab, saya lahir diPalembang, tanggal 21 Januari 2004 nama panggilan saya Ishaq, saya adalah alumnus dari pondok pesantren Sabilul Hasanah.

Tujuan saya membuat blog ini yang pastinya untuk memberikan bacaan - bacaan yang bermanfaat seperti nasihat - nasihat atau kutipan cerita dan juga untuk keperluan dimasa kuliah saya di prodi BSA.

Kawan - kawan sekalian jangan lupa untuk mampir dan tukar pikiran di blogger saya ini, dan saya juga meminta kawan - kawan sekalian untuk saling mengingatkan  apa - apa yang sudah saya upload diblog ini karena " الانسان محل الخطاء والنسيان " manusia itu tempatnya salah dan lupa.

mungkin itu saja perkenalan saya, akhirul kalam 

wassalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh 


Beberapa Karangan Puisi Djoko Damono

 Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (lahir di Surakarta, 20 Maret 1940 – meninggal di Tangerang Selatan, 19 Juli 2020 pada umur 80 tahun) adalah seorang pujangga berkebangsaan Indonesia terkemuka. Ia kerap dipanggil dengan singkatan namanya, SDD. Ia adalah putra pertama pasangan Sadyoko dan Saparian. Sapardi dikenal melalui berbagai puisinya mengenai hal-hal sederhana namun penuh makna kehidupan, sehingga beberapa di antaranya sangat populer, baik di kalangan sastrawan maupun khalayak umum.[1] Dalam dunia kesastraan Indonesia, Sapardi kerap dipandang sebagai sastrawan angkatan 1970-an.

berikut merupakan karya puisi beliau :

1. Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


2. Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti,
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini.

Kau akan tetap kusiasati,
pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.


3. Yang Fana Adalah Waktu

Yang fana adalah waktu.
Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.
Kita abadi.


4. Sajak Kecil Tentang Cinta

Mencintai angin harus menjadi siut
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat

Mencintai cakrawala harus menebas jarak

Mencintai-Mu harus menjelma aku


6. Hatiku Selembar Daun

Hatiku selembar daun
melayang jatuh di rumput
Nanti dulu
biarkan aku sejenak terbaring di sini
ada yang masih ingin kupandang
yang selama ini senantiasa luput
Sesaat adalah abadi
sebelum kausapu tamanmu setiap pagi


7. Menjenguk Wajah di Kolam

Jangan kauulang lagi
menjenguk
wajah yang merasa
sia-sia, yang putih
yang pasi
itu.

Jangan sekali-
kali membayangkan
Wajahmu sebagai
rembulan.

Ingat,
jangan sekali-
kali. Jangan.

Baik, Tuan.



Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul 10 Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni hingga Yang Fana Adalah Waktu, https://jateng.tribunnews.com/2020/07/19/10-puisi-sapardi-djoko-damono-hujan-bulan-juni-hingga-yang-fana-adalah-waktu?page=3.
Penulis: iam | Editor: abduh imanulhaq