Itulah ucapan yang sering keluar dari mulut orang yang tidak merasakan bagaimana
menjadi dirimu. Dulu ketika kecil, hidup menjadi anak kecil amatlah bosan
dengan kegiatan yang begitu – begitu saja, diawali pagiku dengan bangun sholat
subuh ikut dengan ayah, lalu pagi menonton kartun kesukaanku lanjut siang
dengan menonton seri petualangan si Bolang lalu kartun si Unyil sampai
menjelang sore terusf kutatap layar televisi sampailah di penghujung malam
dengan kanal channel yang sama ada satu acara TV yang disukai dan digemari
seluruh kalangan baik dari anak – anak sampai dewasa yaitu on the spot.
Sekarang umurku sudah
memasuki kepala dua. Tepat bulan September tahun 2025 aku dinyatakan lulus dari
perguruan tinggi Islam negeri dan aku diwisuda pada hari itu. tawa dan ria
serta bahagia bercampur menjadi satu. Orang – orang hadir menemuiku karena
mereka aku undang untuk ikut serta hadir di acara wisudaku. Orang tuaku ikut
bangga akan pencapaian serta prestasi yang aku raih di universitas. Aku sempat
berpikir apakah aku sudah membanggakan orang tuaku dengan menyandang gelar
ini???. Dan ternyata bahagia itu hanya sesaat, aku menyandang gelar terbaik
fakultas. Terbaik di antara mahasiswa di fakultasku, orang paling berprestasi
akademik di fakultas UIN itu.
Aku sempat merasa jumawa dan
angkuh karena mendapatkan gelar itu. ya karena sudah seharusnya dong mendapatkan gelar yang seharusnya kita dapat, masa kita sudah susah payah selama ini kuliah, tapi gak sombong dan angkuh atas pencapaian yang kuraih. kuliahku standar seperti orang lain dengan masa waktu 4 tahun namun tergolong cukup lama. sudah seharusnya seorang Jawawi untuk terus belajar dan menulis, mulailah langkahmu dari sekarang untuk menulis.
Tepat hari ini ditanggal 1 Mei 2026, ya aku seperti biasa dengan kegiatan gabutku bermain efootball, hm aku merasa bahwa diriku memanglah kecanduan bermain game tapi itu hanya untuk menghilangkan rasa bosanku menganggur ini, dan benar menjadi dewasa dan tak punya apa-apa itu amatlah menyakitkan untuk tumbuh dan berkembang itu butuh yang namanya kerja keras dan usaha, hari ini aku merasa tertampar dengan kata-kata ibuku. beliau bilang udah miskin gak mau usaha goblok nian. itulah kata yang dilontarkan. hatiku sakit ketika mendengar itu namun itu realitanya, aku belum menghasilkan apa-apa diusiaku sekarang ini yaitu 22 tahun. aku malu menjadi beban dikeluarga ini, memang sekarang aku belum jadi apa-apa namun suatu saat nanti akan ku buktikan bahwa memang aku bisa untuk menjadi orang yang sukses.
dua kata terkahir yang ingin aku sampaikan untuk diriku pada diary hari ini "PENGANGGURAN HAMA" terdengar kejam namun itulah realitanya.
Palembang, 1 Mei 2026
diary Jawawi

0 komentar:
Posting Komentar